Mineral hardness dan silika yang lolos ke dalam Boiler dari air umpan, merupakan komponen utama penyebab terjadinya lumpur Hydroxide apatite, magnesium hydroxide, magnesium silicate dan sebagainya (dikarenakan effek dari boiler compound seperti penggunaan fosfat), dalam bentuk tersuspensi dan selanjutnya dibuang keluar melalui pipa blowdown.

Endapan lumpur walaupun dalam jumlah yang sedikit, tetap akan terjadi pada permukaan pipa atau pada tempat – tempat yang aliran airnya rendah. Untuk menaikkan efisiensi panas suatu boiler biasanya heat flux dinaikkan, sehingga sedikit saja terjadi kerak akan menimbulkan masalah.

Oleh karenanya untuk mencegah terjadinya akumulasi lumpur pada drum bawah dan pengerakan pada permukaan pipa dengan membentuk hydroxide apatite dan lain sebagainya, digunakanlah chemical sludge dispersant BWT 33 (pengendali lumpur pada boiler).

 

Senyawa dengan polimer alamiah seperti tannin, sodium lignosulfonat dan pati sering digunakan sebagai bahan baku sludge dispersant. Polimer alamiah ini sering berfungsi sebagai proteksi terhadap koloid lumpur. Dalam pengolahan dengan boiler compound bahan dasar fosfat, didapat endapan kerak berwarna putih susu (milky white scale), sedangkan pada pengolahan dengan sludge dispersant, kerak demikian tidak terjadi. Sebagai tambahan, sludge dispersant tidak berfungsi untuk membentuk sludge seperti hydroxyappatite, juga tidak untuk mengendalikan pH seperti yang dilakukan oleh boiler compounds lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *